TIPS MENGHADAPI ANAK YANG MAU MENANG SENDIRI

Foto 9 okt 2009



- Dalam menghadapi sikap balita yang mau menang sendiri, seringkali kesabaran dan keuletan kita diuji. Bayangkan saja misalnya bagaimana kesalnya kita pada saat anak mogok makan, menangis atau berteriak- teriak pada saat keinginan atau permintaannya tidak dituruti. Sikap mau menang sendiri (egois) sebenarnya merupakan sikap yang biasa terjadi pada anak-anak usia dibawah lima tahun. Hal ini berhubungan dengan tahapan perkembangan kemampuannya yang masih terbatas, dimana cara pandangnya masih terpusat pada diri sendiri (Egosentris). Dengan bimbingan dan perlakuan yang tepat dari orangtua dan orang-orang di sekitarnya, diharapkan anak dapat mulai mempelajari sudut pandang orang lain dan mulai menyadari akibat suatu tindakan terhadap orang lain sehingga secara bertahap sikap egoisnya akan berkurang sejalan dengan bertambahnya usia dan pengalaman anak. Bagaimana bentuk perlakuan yang tepat dalam mengatasi sikap anak yang mau menang sendiri, berikut ini ada beberapa tips yang dapat digunakan: a.. Jangan panik dalam menghadapi reaksi anak yang kurang menyenangkan. Dengan bersikap tenang, maka kita dapat berfikir jernih dan fokus dalam mengatasi masalah yang ada. b.. Pahami dan terimalah anak dengan keterbatasan cara berfikir dan pengalamannya.Cobalah berempati terhadap anak, sehingga kita dapat bertindak lebih bijaksana. c.. Jangan bersikap kasar pada anak. Beri pengertian dan pengarahan pada anak dengan lembut, sabar dan penuh kasih sayang. Dengan demikian anak memiliki perasan positif sehingga secara alamiah diharapkan akan mampu memperhatikan orang lain sebagai wujud respon positif terhadap sikap positif yang diterimanya dari orang lain. d. . Hindari sikap overprotective (terlalu melindungi) atau permisif (serba membolehkan) yang membuat anak hanya memperhatikan haknya dan tidak peka terhadap kepentingan orang lain. Bersikaplah assertif terhadap anak, dimana kita dapat bersikap tegas tanpa menyakiti hati anak. e.. Jadilah model yang baik bagi anak dalam bersikap toleransi terhadap orang lain. Tunjukkan bahwa orangtua terbuka terhadap saran dan kritik dari anak. f.. Ajari anak untuk bertanggung jawab terhadap makhluk lain atau orang-orang disekitarnya sehingga menumbuhkan sensitivitasnya terhadap lingkungan. Misalnya berikan anak, hewan peliharaan yang mudah diurus, dimana anak diberi tanggung jawab memberi makannya, ajak anak mengunjungi panti asuhan untuk memberikan sumbangan, dsb. g.. Ajari anak nilai-nilai moral melalui kegiatan yang menyenangkan seperti bermain boneka, bermain peran, dimana kita dapat menyisipkan pesan moral tertentu di dalamnya. h.. Dukunglah anak pada saat ia mau memperhatikan kepentingan orang lain atau tidak mau menang sendiri. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan pujian, pelukan ataupun ciuman pada anak Tips Agar Anak Percaya Diri "Wah...kok anak itu pede banget ya berhadapan didepan orang banyak" Ungkapan ini seringkali terlontar apabila kita melihat seorang anak yang tampil Percaya diri di TV atau di panggung. Misalnya saja pada saat kita melihat penampilan dai-dai cilik ataupun melihat perlombaan-perlombaan yang ada di lingkungan kita. Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya bisa tampil percaya diri. Namun pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana sih caranya agar kita dapat membuat anak percaya diri? Untuk dapat menjadikan anak percaya diri, berikut ini ada beberapa tips yang bisa dilakukan oleh orangtua terhadap anaknya: 1.. Biasakan anak untuk berani mencoba, bertanggung jawab dan berani mengambil resiko. Jangan selalu membantu anak atau bersikap overprotective. Biarkan anak mencoba sendiri dan mengerti konsep sebab akibat dari suatu tingkah laku. Hal ini diperlukan agar anak terbiasa berfikir dan bersikap mandiri sebelum melakukan sesuatu. 2.. Ajaklah anak untuk bersikap optimis. Apabila anak tidak bisa mengerjakan sesuatu, kondisikan anak untuk tetap berusaha dan katakan pada anak bahwa ia pasti bisa. 3.. Percaya bahwa setiap anak pasti memiliki kelebihan. Kemudian bersama-sama dengan anak mencoba menggali kelebihan-kelebihan apa yang dimiliki anak. Bantu anak untuk mengenali potensi-potensi dirinya dan berilah insight pada anak bahwa ia mampu, menarik dan berguna. Dengan mengenali potensi-potensi yang ada pada diri anak tersebut, diharapkan anak akan merasa bernilai dan berharga. Hal ini sangat berguna dalam menumbuhkan atau memotivasi kepercayaan dirinya. 4.. Ajaklah anak untuk mengenali dan menerima kelemahan-kelemahannya. Berilah pengertian pada anak bahwa semua orang pasti memiliki kelemahan. Doronglah anak untuk tidak terlalu sibuk memikirkan kelemahan-kelemahannya, terlebih lagi untuk memikirkan komentar- komentar negatif dari orang lain, yang hanya akan membuat dirinya menjadi tegang dan tidak percaya diri. 5.. Berikan nasihat pada anak untuk bergaul dengan anak- anak yang percaya diri, berpandangan positif dan penuh semangat karena lingkungan bergaul punya andil besar dalam mempengaruhi tingkah laku anak-anak. Setidaknya anak mendapatkan model yang dapat ditirunya untuk menjadi seorang yang percaya diri. 6.. Biasakan anak untuk tidak bergantung pada orang lain. Berikan pengertian bahwa Tuhan selalu ada dan memberi kekuatan pada hambanya apabila kita berdoa dan memohon kepadanya disertai dengan usaha yang keras. 7.. Paculah anak untuk giat mencari ilmu dan menambah wawasan pengetahuannya. Misalnya dengan banyak membaca koran, majalah, buku, browsing internet, olah raga, aktif di organisasi sekolah, ekstra-kurikuler, dsb. Anak yang memiliki wawasan pengetahuan yang luas akan lebih percaya diri berbicara dan bergaul dengan orang lain, bicaranya "nyambung" dan tidak "kuper". 8.. Biasakan anak untuk bersikap ramah dan sopan serta berpenampilan bersih dan rapih. Hal ini akan membantu dirinya untuk dihargai oleh orang lain. 9.. Motivasilah anak dengan lebih banyak memberikan penilaian- penilaian positif ketimbang memberikan penilaian- penilaian negatif seperti komentar-komentar "pedas" dan "tajam". Karena penilaian-penilaian negatif dapat merendahkan konsep diri anak. 10.. Arahkan anak pada kegiatan-kegiatan yang diminatinya, dimana anak mempunyai peluang besar untuk berhasil. Dengan keberhasilan diharapkan anak akan lebih percaya diri. Namun apabila anak gagal, kita tidak perlu bersikap keras apalagi mencelanya. Motivasikan anak untuk tetap berusaha dan kondisikan anak untuk menerima kegagalan sebagai suatu keberhasilan yang tertunda. 11.. Berilah penghargaan kepada anak, sekecil apapun keberhasilan yang dibuatnya. Hal ini akan menumbuhkan kepercayaan dirinya untuk mencapai keberhasilan yang lebih besar. 12.. Beri kesempatan pada waktu-waktu tertentu agar anak bebas bermain dan bergaul dengan teman- temannya. Ajang permainan ini merupakan Training Ground yang efektif untuk melatih anak berinteraksi dengan orang lain sekaligus melatih bagaimana membangun rasa percaya diri yang alamiah.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kusen Aluminium Jawa Timur

Harga Kusen Aluminium Per Meter 2025

Jasa Kusen Aluminium untuk Daerah Wiyung dan Lakarsantri Surabaya Barat