gold year
Rafly trisna pratama Pola Gizi Mempengaruhi Pertumbuhan Anak Pola
Gizi Mempengaruhi Pertumbuhan Anak Jakarta, Asupan gizi rendah pada
balita mempengaruhi besar volume otak anak. Pertumbuhan volume otak
terjadi hanya saat fase golden age (1-3 tahun) dan perkembangannya
bersifat permanen. "Anak-anak yang kekurangan gizi atau menderita
gizi buruk pada periode dua sampai lima tahun, ternyata hasil CT
scan otak kepalanya bervolume lebih kecil dibanding orang yang
normal, yang umurnya sama," kata anggota Komisi Perlindungan Anak
Indonesia Tb. Rachmat Sentika saat ditemui di Hotel Four Seasons Jl
HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin 11 Agustus kemarin. Menurut
Sentika, perkembangan anak di fase gold age sangat berpengaruh
terhadap perkembangan mereka selanjutnya. "Artinya otak sangat
ditentukan oleh perkembangan lima tahun, kalau sesudah lima tahun
sudah tidak ada gunanya, tidak bisa padat otaknya," tambahnya
Menurut dokter spesialis anak Rumah Sakit Internasional Bintaro ini,
rata-rata perbedaan volume otak bisa 20-30 persen lebih kecil dan
sudah terbukti secara ilmiah. Hal serupa dikemukakan ahli gizi dari
Institut Pertanian Bogor (IPB) Ali Khomsan MS. Ditemui di tempat
yang sama, ia menjelaskan bahwa usia batita (1-3 tahun) adalah
periode emas yang singkat dan penting bagi masa depan anak. Apa yang
diberikan orangtua pada masa itu merupakan investasi seumur hidup.
"Perlu perhatian sekali asupan nutrisi dalam tumbuh kembang batita
di masa golden age. Hal ini karena kurang gizi bersifat
irreversible, atau tidak dapat dikembalikan" ujarnya. Pada data
Departemen Gizi Masyarakat IPB tahun 2007 , tercatat 4 juta dari 20
juta balita mengalami kekurangan gizi dan 700 ribu lainnya
menderika gizi buruk. "Dengan kondisi seperti ini isu the lost
generation bukan sekedar isapan jempol! Mungkin tidak sekarang tapi
kita lihat 20 tahun lagi" ujarnya. ( SELASA, 12 AGUSTUS 2008 09 :
32 KB NEWS
Gizi Mempengaruhi Pertumbuhan Anak Jakarta, Asupan gizi rendah pada
balita mempengaruhi besar volume otak anak. Pertumbuhan volume otak
terjadi hanya saat fase golden age (1-3 tahun) dan perkembangannya
bersifat permanen. "Anak-anak yang kekurangan gizi atau menderita
gizi buruk pada periode dua sampai lima tahun, ternyata hasil CT
scan otak kepalanya bervolume lebih kecil dibanding orang yang
normal, yang umurnya sama," kata anggota Komisi Perlindungan Anak
Indonesia Tb. Rachmat Sentika saat ditemui di Hotel Four Seasons Jl
HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin 11 Agustus kemarin. Menurut
Sentika, perkembangan anak di fase gold age sangat berpengaruh
terhadap perkembangan mereka selanjutnya. "Artinya otak sangat
ditentukan oleh perkembangan lima tahun, kalau sesudah lima tahun
sudah tidak ada gunanya, tidak bisa padat otaknya," tambahnya
Menurut dokter spesialis anak Rumah Sakit Internasional Bintaro ini,
rata-rata perbedaan volume otak bisa 20-30 persen lebih kecil dan
sudah terbukti secara ilmiah. Hal serupa dikemukakan ahli gizi dari
Institut Pertanian Bogor (IPB) Ali Khomsan MS. Ditemui di tempat
yang sama, ia menjelaskan bahwa usia batita (1-3 tahun) adalah
periode emas yang singkat dan penting bagi masa depan anak. Apa yang
diberikan orangtua pada masa itu merupakan investasi seumur hidup.
"Perlu perhatian sekali asupan nutrisi dalam tumbuh kembang batita
di masa golden age. Hal ini karena kurang gizi bersifat
irreversible, atau tidak dapat dikembalikan" ujarnya. Pada data
Departemen Gizi Masyarakat IPB tahun 2007 , tercatat 4 juta dari 20
juta balita mengalami kekurangan gizi dan 700 ribu lainnya
menderika gizi buruk. "Dengan kondisi seperti ini isu the lost
generation bukan sekedar isapan jempol! Mungkin tidak sekarang tapi
kita lihat 20 tahun lagi" ujarnya. ( SELASA, 12 AGUSTUS 2008 09 :
32 KB NEWS
Komentar
Posting Komentar